Dulunya Lokalisasi, Kini Menjadi Destinasi Wisata Halal

 

Pulau Santen, Banyuwangi saat ini mulai ditata secara bertahap. Wilayah ini dipersiapkan untuk menjadi destinasi wisata halal untuk wanita. Siapa yang menyangka, wilayah yang sebelumnya kumuh dan dijadikan tempat lokalisasi saat ini berubah haluan.

Saat memasuki kawasan pantai ini, jejeran tanaman mangrove juga terlihat rapi menghiasi di kawasan pantai. Payung-payung dan bantalan warna-warni juga menghiasi hamparan pasir hitamnya. Menjadikan pengunjung yang datang betah menghabiskan waktu berlama-lama di sini.

Karena tempat ini dipersiapkan untuk destinasi wisata halal untuk perempuan, maka pasukan kebersihan pun disediakan khusus hanya wanita. Begitu pula dengan segi keamanan juga melibatkan Satpol PP cantik atau biasa disebut Satpoltik.

Sejarah tempat ini yang dulunya merupakan tempat prostitusi juga diamini oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azhar Annas. Beliau ingin melatih masyarakat di sana dengan berbagai pelatihan dari ekonomi sampai pendidikan.  Ketika ditemui pada saat pra peluncuran Pantai Pulau Santen di kelurahan Karangrejo, Azhar Annas menjelaskan alasan mengapa mengambil tema syariah untuk penataan pantai ini. Alasannya adalah kaum menengah muslim yang saat ini memiliki pertumbuhan yang tinggi. Ini merupakan peluang yang baik untuk ambil bagian.

Meski terbilang belum sempurna, namun desain club for women saat ini digarap oleh beberapa arsitek kondang. Warga kawasan pantai Pulau Santen pun sangat antusias untuk mengambil bagian dalam pembangunan ini. Budaya bersih dan pariwisata diutamakan saat ini.

Sekitar lebih dari 250 keluarga nelayan yang tinggal di sepanjang pesisir, akan tetap menjadi ruh Pantai Pulau Santen. Perahu tradisional yang selama ini beroperasi sebagai mata pencaharian tetap menjalankan perannya. Dengan bantuan CSR dari perbankan, rumah-rumah warga secara bertahap diperbaharui.
Sekitar 250 lebih keluarga nelayan yang tinggal di sepanjang pesisir, kata Anas, akan tetap menjadi ruh Pantai Pulau Santen. Perahu tradisional yang selama ini menjadi sarana pengais berkah bagi keluarga tetap difungsikan. Dengan bantuan CSR dari perbankan, rumah-rumah warga secara bertahap akan dibedah.

“Jadi ini bukan melulu soal pariwisata, tapi juga sekaligus penguatan sosial-ekonomi warga. Masyarakat, TNI dan pemerintah terus bekerja,” ujar Anas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *